Shaum di Bulan Muharram

Senin, Oktober 10, 2016

Bismillah

Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan Muharram, dimana bulan Muharram ini adalah salah satu bulan yang istimewa. Bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang Haram selain Bulan Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan Rajab.

“Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu”. (QS. At-Taubah:36)
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu ahli tafsir dari kalangan tabi’in, Qatadah bin Diamah As Sadusi mengatakan,“ Amal shaleh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kedzaliman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kedzaliman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kedzaliman adalah dosa yang besar”

Oleh karena itu, sebaiknya kita memperbanyak melaksanakan amalan-amalan sunnah dan menghindari maksiat. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dilaksanakan di bulan ini, ialah shaum. Sebagaimana disebutkan dalam hadits “Shaum yang paling utama setelah Ramadhan adalah shaum di bulan Allah (yaitu) Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim).

Adapun shaum sunnah yang dianjurkan dilaksanakan bulan ini ialah shaum sunnah Tasu’a dan shaum sunnah ‘Asyura. Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata : Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab, “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa di tahun yang akan datang. (H.R. Bukhari).


Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) menyampaikan, “Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah saw. pun bersabda:“Jika tahun depan insya Allah (kita bertemu kembali dengan bulan Muharram), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ Akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut. (HR. Muslim).

Ketika kita berniat untuk melaksanakan shaum sunnah 'Asyura, alangkah baiknya didahului dengan shaum sunnah Tasu'a agar tidak seperti mengikuti ibadah orang yahudi. Selain itu, di bulan ini juga kita sebaiknya melaksanakan shaum sunnah yang lainnya, seperti shaum sunnah Senin-Kamis, Shaum sunnah Ayyamul bidh, atau pun shaum sunnah daud jika mampu.

Penulis mencoba membuat kalender singkat mengenai jadwal shaum sunnah tasua'a, 'asyura dan shaum sunnah ayyamul bidh. Jadwal ini kami sesuikan dengan penanggalan pemerintah yang menetapkan tanggal 1 Muharram 1438H jatuh pada tanggal 03 Oktober 2016.

Semoga postingan ini bermanfaat..

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe